Beranda · Tentang · Hubungi Kami

Perilaku Berubah Semua Menjadi Kasual


Mardigu Wowiek Prasantyo - Apa yang paling menjadi tantangan di dalam membangun bisnis? Ini adalah pertanyaan yang sering di lontarkan ke pada saya akhir-akhir ini. Saya langsung jawab, SDM!! Terutama milenial.
Kita semua tahu, di sebut generasi milenial adalah mereka yang lahir antara tahun 1981 – 1995 yang di sebut generasi Y, yang kedua adalah yang lahir di tahun 1996 ke atas yang di sebut generasi Z.
Gen Y sudah punya duit, gen Z belum punya duit banyak, masih dari orang tuanya biasanya. Gen Y generasi setengah digital, kalau gen Z dari sejak bisa jalan sudah oegang gagdet.
Lalu apa yang terjadi? Ternyata “mind set” dan “behavior” generasi milenial yang sangat digital ini merusak “budaya sopan”.
Mereka bisa hilang tanpa sebab, tanpa basa basi dari kantor, tanpa babibu dari kantor. Atau mereka tanpa kabar hilang di tiup angin dengan pekerjaan yang kita berikan kemereka tanpa juntrungan. Mungkin pindah kerja, mungkin boden, pokoknya begitu ada perasaan kecil saja, blessss hilang tanpa kabar.Sak maunya saja.
Lalu di tambah lagi para unicorn yang punya uang banyak dari ASING mulai belanja pegawai. Mereka berani kasih harga 2 kali lipat harga pasaran gajih oegawai lalu kurang dari 6 bulan di lepeh, di buang lagi 70% nya.
Mereka dapat yang bagus-bagus. Lalu si milenial yang merasa sudah kerja di bukalapak, di gojek, di zalora apapun itu sudah merasa standar tinggi ( padahal buangan) ngak mau balik harga gajih lama. Dulu 6 juta, di bukalapak 12 juta masak balik lagi 6 juta. Padahal sekali lagi, mereka kebuang atau membuang diri. Belum proven apa-apa.
Lalu minta 14 juta kerja sama kita. Saya sering tepok jidat, ngak ada cermin apa di rumah anak-anak ini?
Lalu karena terpakasa beberapa kali ya kita coba ikuti, bayar 12 juta. Dan apa yang terjadi, 3 bulan kemudian ngak nongol di kantor tak ada kabar berita. Ketika beberapa waktu ada kabar katanya pengen aja santai di rumah..jiaaaaah.
Ada lagi solusi, ya sudah di outsource saja kemereka. Pengalamanan saya? Sama juga, beberapa kalai hilang saja tanpa kabar berita. Ngak rugi secara materi kitanya, tetapi pekerjaan terbengkalai. Belum lagi cara ngomong!!!
Mereka ngak bisa membaca mana orang yang serius atau mana yang sedang santai, semua di bawa santai. Karena itu ngak pernah ada “ketok palu” kesepakatan, lah gak serius gitu. Kita dengan pengalaman 25 tahun bisnis oleh anak milenial ngak di hargai apa-apa. Babe gue lebih tajir dari pemilik perusahaan ini kok!! Itu bisa bisa isi otak mereka.
Saya tidak masalah dengan gaya perilaku mereka selama “the job done”.
Faktanya, the job not done, dan ini memberikan saya tantangan dalam tahun ini 2018 dalam mencari SDM.
Bagaimana ke depan? Ketahun 2019 dan seterusnya. Nah ini saya perlu saran sahabat. Mahluk milenial dengan mbah google di genggaman tangan menjadi seorang yang maha tahu dan maha benar dalam pikiran mereka atas apa informasi yang mereka dapat. Bagaimana meng hendle mahluk milenial terutama yang gen Z untuk meningkatkan produktifitas usaha.
# peace

Artikel keren lainnya:

Belum ada tanggapan untuk "Perilaku Berubah Semua Menjadi Kasual"

Post a Comment