Beranda · Tentang · Hubungi Kami

New Normal itu Apa Ya?



Mardigu Wowiek Prasantyo - Mendengar pelajaran dari guru marketing saya mas Yuswo Hady hari ini ada masukan besar di kepala saya. Bahkan saya harus merubah beberapa hal dalam bisnis saya setelah pemahaman yang dia berikan. Apa masukannya? yaitu Masukan tentang bagaimana kalau yang namanya “siklus” turun naik itu hilang atau tidak ada?
Misalnya dunia property 4 tahun mati angin saat ini. Bagi beberapa pengamat ekonomi mengatakan itu siklus turun, tahun 2019 akan naik dan puncaknya 2020.
Apa yang terjadi kalau ternyata yang namanya siklus ekonomi itu hilang? Alias dunia property tidak pernah naik lagi, diam di tempat saja, rata. Mungkinkah siklus bisnis hilang?
Menurut guru marketing ini…MUNGKIN!.
Bergeser, berpindah akan menciptakan NEW NORMAL. Dan new normal itu bukan siklus. Nah mati ngak kita kalau ternyata bisnis kita masuk ke bisnis yang akan masuk ke dunia NEW NORMAL?
Penyebabnya? Salah satunya adalah perilaku kamu milenial yang saya sarikan dari tulisan mas Yuswo Hady . Bener, milenial adalah “pembunuh berdarah dingin” bagi begitu banyak produk dan layanan. Mengapa? Karena internet, sosmed dan gadget mempengaruhi Perilaku dan preferensi mereka.
Milenial sejak dini, sejak lahir bahkan sudah main gadget.
Perubahan perilaku begitu drastis membuat banyak produk dan layanan menjadi tidak relevan lagi lalu punah!
Produk dan layanan apa yang bakal punah?
Contohnya golf. Tren dunia menunjukkan, sepuluh tahun terakhir viewership ajang-ajang turnamen golf bergengsi turun drastis setelah mencapai puncaknya di tahun 2015. Tahun 2017 bahkan turun drastis 75%. Porsi kalangan milenial yang menekuni olahraga ini juga sangat kecil hanya 5%.
Olahraga elit ini memang digemari kalangan Baby Boomers dan Gen-X, namun tidak demikian halnya dengan milenial. Celakanya, semakin surut populasi Baby Boomers dan Gen-X, maka semakin tidak populer pula olahraga yang lahir sejak abad 15 ini. Dan bisa jadi suatu saat akan punah.
Yang sudah kejadian sekarang adalah departement store. Tahun lalu kita menyaksikan departement store di seluruh dunia termasuk di Indonesia pelan tapi pasti mulai berguguran. Departemen store adalah tempat anjang sana baby boomer dan generasi X yang sekarang usianya di atas 50 tahun.
dan ternyata, departemen store bukan tempat kaum milenial berbelanja
Milenial berbelanja via online. Kemudian milenial tak lagi heboh berbelanja barang (goods), mereka mulai banyak mengonsumsi pengalaman (experience/leisure).
Mereka ke mal bukan untuk berbelanja barang, tapi cuci mata, nongkrong dan dine-out mencari pengalaman penghilang stress.
Lalu apa bisnis yang tumbuh bersama milenial?
Apa saja bisnis yang akan terganggu bahkan bisa punah karena perilaku milenial? Dan peluang apa yang bisa di ambil dari milenial? # SKBC3 # peace

Artikel keren lainnya:

Belum ada tanggapan untuk "New Normal itu Apa Ya?"

Post a Comment